RSS
Video

Mendidik Anak

Anak-anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.

Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah, tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima. Mereka sanggup beli barang-barang mewah, tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan. Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota, tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana. Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan, tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.

Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja, tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah. Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya, tapi juga tidak merendahkan orang yg lebih miskin darinya. Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi, tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.

Mereka punya, tapi tidak teriak kemana-mana. Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya.

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama.

Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit saat pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu), kembalikan pinjaman uang sekecil apapun, berani minta maaf saat ada kesalahan & tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya.

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup. Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan.

Karena ini jauh lebih mahal dari pada sekedar uang.

 

Deep Reminder

You know you are getting attached to the dunia when:

1. You don’t plan your time around solat (praying) time.

2. A whole day or two passes and you don’t open your Quran because you are too ‘busy’.

3. You care so much about what people say about you.

4. All you care about is how to accumulate more and more wealth.

5. You argue unnecessarily when you are told something you are used to doing is haram.

6. You keep on delaying good deeds – I’ll do it tomorrow, or the next, etc.

7. A new gadget comes out and you’re already thinking what you’re going to sell to obtain it.

8. The lives of celebrities interests you.

9. The lifestyle of the rich impresses you.

10. You want to be the centre of attention.

11. You compete with each other for worldly matters/things.

12. Your thirst for power and glory cannot be quenched.

13. You fall into depression each time you don’t get what you want.

14. Minor sins don’t really mean anything to you.

15. You aren’t able to stop the haram immediately and keep on procrastinating and delaying taubah.

16. You aren’t ready to displease people to please Allah.

17. You care a lot about what’s in vogue (you want to belong).

18. You plan far far ahead into the future.

19. Seeking for Islamic knowledge comes secondary (that’s if it ever comes) after pursuing your future career.

20. Your friends aren’t the type that remind you of Allah.

21. You regard people as successful according to their status in this world.

22. A whole day passes without you thinking of death.

23. You can afford to waste so much of your time doing things that wont benefit you in the hereafter.

24. Doing acts of ibadah becomes very difficult for you.

25. You can’t seem to be able to change your extravagant lifestyle despite knowing Allah dislikes the extravagant.

26. You love visiting the lands of the kuffar.

27. You are told about the dangers of consuming riba yet you argue that this is the only way you can survive. You add that if you find a better halal in come you’ll change.

28. You want to live life to the fullest.

29. You care so much about your physical appearance.

30. You believe the end of time is still far far away.

31. You see things happening to others and you don’t stop to think it could happen to you too.

32. You bury the dead yet you don’t learn anything from it.

33. You want to ‘make ends meet’ by all means.

34. You are always in a haste to finish your prayer and continue with what your doing.

35. You don’t think that today could be your last day.

36. You are solely comforted by luxury (not by the remembrance of Allah).

37. You don’t ask Allah for paradise the way you ask for your dunia.

 
Image

Marriage

image

 

Itulah Mengapa Allah Menikahkanmu Dengannya

Oleh : Kiki Barkiyah

Mungkin suamimu tak pandai berkata apalagi merayu dengan romantisme karya sastra…
Tapi mungkin dengan cara itulah Allah menjaga lisannya…
Menjauhkannya dari fitnah dunia yang tak halal baginya…

Mungkin suamimu tak pandai berkata..
Tapi heningnya menahan kita banyak bicara..
Memutus rantai kalimat sanggahan yang lahirkan perkara..
Sehingga keseimbangan suasana lebih terjaga..

Andai saja Allah ciptakan sebaliknya, mungkin rumahmu bagai arena tarung laga
Ah…. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

Mungkin istrimu tak berparas mempesona
Apalagi secantik selebritis di warta berita..
Tapi mungkin lisannya selalu berucap kata mutiara yang terpancar dari jiwa yang terjaga…

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin hatimu tak tenang saat jauh darinya
Ah….. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

Mungkin suamimu bukanlah saudagar kaya yang membawa pulang limpahan laba hasil usaha…
Namun meskipun besarannya begitu sederhana…
Mungkin ia selalu menjaga kehalalan apa yang dibawa..

Mungkin suamimu bukanlah pejabat yang bertahta, yang dihormati dan dipuja bawahannya
Tapi mungkin dibalik kedudukannya yang biasa, ia mampu menjadi imam bagi keluarga

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya,
Mungkin belum tentu ia miliki derajat takwa
Ah….. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

Mungkin istrimu bukanlah koki istimewa yang masakannya selezat pujasera…
Tapi mungkin ia pandai mendidik buah hatinya, memahat pribadi yang berkarater mulia.

Mungkin istrimu bukanlah koki istimewa,
Yang terkadang masakannya itu-itu saja
Tapi mungkin ia pandai mengatur alokasi harta, sehingga pemberianmu tak terhambur percuma

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin kecintaanmu akan terlalu berlebih padanya…
Melebihi cintamu pada Allah sang pemberi karunia..
Ah…. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya…

Mungkin suamimu tak pandai terlibat merawat anaknya…
Sehingga terlihat kau melakukan semuanya
Tapi mungkin ia sabar membantumu… meringankan pekerjaan rumah tangga..
Sehingga semua terlaksana dengan kerja sama..

Mungkin suamimu tak pandai terlibat merawat anaknya…
Sehingga terlihat minim perannya dalam keluarga…
Tapi mungkin ia sangat keras bekerja
Sehingga nafkah telah cukup terpenuhi lewat dirinya…

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin banyak para gadis menanti dipinang menjadi yang kedua
Jika suamimu terlalu sempurna…
Aaa…. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya…

Mungkin istrimu tak mahir dalam mengurus rumah tangga..
Tak mampu menyulap rumah menjadi rapi tertata…
Tapi mungkin ia begitu cerdas menguasai matematika…
Sehingga anak yang cerdas dalam eksakta terlahir dari rahimnya karena genetika…

Mungkin istrimu tak mahir dalam mengurus rumah tangga..
Menambah sedikit tugasmu dalam membantunya bekerja..
Tapi mungkin ia begitu taat dalam beragama..
Membimbing anak-anak dalam kerangka syariat agama…
Sehingga meringankan kewajibanmu dalam membimbing keluarga

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin engkau merasa tugasmu telah tertunai sempurna..
Cukup sekedar menyempurnakan nafkah keluarga
Aaa….. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

Percayalah……
Selalu ada kebaikan dalam setiap ketetapan Allah Sang Sutradara
Maka temukanlah sebanyak-banyaknya rahasia dibaliknya..
Agar engkau mengerti mengapa Allah menikahkanmu dengannya…

Jikalau engkau masih sulit menemukan jawabannya…
Gantilah kaca matamu dengan kacamata syukur atas segala karunia…

Adalah hakmu jika engkau berharap Khadijahmu menjadi lebih sempurna…
Asalkan kau siap membimbingnya dengan menjadi Muhammad baginya.

 

Perhiasan Lelaki Sholeh

image

********

Alkisah, seorang suami datang kepada seorang Syekh dan mengadukan apa yang ia rasakan. Dia berkata:

Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.

Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.

Ketika aku sudah menikahinya, aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.

Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih cantik dari istriku.”

Syekh berkata: “Apakah kamu mau aku beritahu yang lebih dahsyat dari pada itu dan lebih pahit?”

Laki-laki penanya: “Iya, mau.”

Syekh:Sekalipun kamu mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini pasti anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada mereka semua.”

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar,Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”

Syekh:Karena masalahnya terletak bukan pada istrimu. Tapi masalahnya adalah bila manusia diberi hati yang tamak, pandangan yang menyeleweng, dan rasa malunya kepada Allah telah hilang, tidak akan ada yang bisa memenuhi pandangan matanya kecuali tanah kuburan.”

Rasulullah bersabda:

“لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ ثَانِيًا، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ ”

Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat.”

Jadi, masalah yang kamu hadapi sebenarnya adalah kamu tidak menundukkan pandanganmu dari apa yang diharamkan Allah.

Sekarang, apakah kamu menginginkan sesuatu yang akan mengembalikan kecantikan istrimu seperti pertama kali kamu mengenalnya? Ketika ia menjadi wanita tercantik di dunia ini?”

Laki-laki itu menjawab, “Iya, mau sekali.”

Syekh: “Tundukkan pandanganmu!”

image

********

Jika ada di antara sebagian besar kaum muslim pria di dunia ini yang mendambakan seorang pendamping (istri) shalihah, maka jadilah lelaki yang shalih, karena sesungguhnya wanita shalihah di dunia ini pun mendambakan seorang pendamping (suami) yang shalih agar ia mampu menuntunnya menuju Surga Allah ☺

Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap pasangan halal yang berjuang meraih ridho Allah dan melindungi dari segala hal yang diharamkan-Nya. Aamin yaa robbal ‘alamin 😇

 

My Honeybunch

You’re my honeybunch, sugar plum
Pumpy-umpy-umpkin
You’re my sweetie pie
You’re my cuppycake, gumdrop
Snoogums, boogums, you’re
The apple of my eye

And I love you so
And I want you to know
That I’m always be right here
And I want to sing
Sweet songs to you
Because you are so dear

 

Lower Your Gaze

Barangsiapa yang tidak dapat memelihara penglihatannya, niscaya ia tidak akan dapat menjaga nafsunya

Barangsiapa yang tidak dapat menjaga nafsunya, niscaya ia tidak akan dapat menjaga hatinya

Barangsiapa yang tidak dapat menjaga hatinya, niscaya ia tidak akan dapat menjaga lisannya

Barangsiapa tidak dapat menjaga lisannya, niscaya ia tidak akan dapat menjaga akhlaknya

Barangsiapa yang tidak dapat menjaga akhlaknya, niscaya ia tidak akan dapat menjaga agamanya

Dan barangsiapa yang tidak dapat menjaga agamanya, layaklah neraka untuknya

[Imam al-Ghazali]

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,619 other followers

%d bloggers like this: